Charlie Chaplin - City Lights

Selasa, 08 Januari 2013

|


Seorang teman datang dan menawarkan sebuah film caplin kepada saya. kenapa tidak ? pikir saya sambil mengambil flashdisknya. pertama yang saya pikirkan tentang film ini tentu saja film lawas dan tanpa suara. maklum soalnya saya juga belum nonton jadi wajarlah saya beramsumsi seperti itu.

setelah saya menonton berulang kali dan selalu tertawa terpingkal -pingkal. oh iya, judulnya Charlie Chaplin -  City Lights. film itu sendiri lahir di tahun 1931 ( setelah mengobrak - abrik wikipedia :p ) . lama banget kan. tapi saya salut di era itu film ini sangat luar biasa sekali.

kalau saya mencoba menceritakan film ini. penulisan komedinya dan realitanya sehari - harinya sangat rapi dan keren abis sekali. dimana dimasa itu seorang caplin sangat jenius menulis naskah film ini. oh iya, kalau saya baca di wikipedia. chaplin juga mengisi ilustrasi musik sendiri diberbaga film - filmya. pasti dia itu alien pikir saya hhe.

di City Lights, chaplin menceritakan bahwa dia jatuh cinta kepada seorang gadis buta yang berjualan bunga. gadis miskin dan apa adanya. setelah itu chaplin bertemu seorang milioner yang sedang mabuk dan mencoba bunuh diri. chaplin datang mencegahnya hingga membuahkan persahabatan yang erat di keduanya. cuma lucunya si milioner ini kalau lagi mabuk baru mengenali si chaplin sedang saat dia sadar justru sebaliknya.

kemudia si gadis buta terjerat hutang yang harus dilunasinya. chaplin tidak bisa diam begitu saja. demi sang gadis dia berusaha mencari duit. termasuk ikut tarung tinju ( sumpah disini komedinya kocak banget ) . dia juga mencari duit bukan untuk melunasi hutang sang gadis tapi juga agar dia bisa melihat dunia lagi.

karena dia kalah di tarung tinju. dia menceritakan keluhannya kepada teman milionernya. tapi pada saat itu dirumah milioner ada sebuah penjahat yang menyelinap. walaupun ujung - ujungnya sang penjahat berhasil pergi tanpa apapun. tapi chaplin malah tertuduh. karena dia di kasih duit saat si milioner mabuk dan pas doi sadar. dia tidak mengenali chaplin maka chaplin lah yang tertuduh, tapi chaplin itu jago melarikan diri. dia lolos walaupun akhirnya tertangkap juga ujung - ujungnya. tapi uang itu berhasil dia beri kepada si gadis.

setelah beberapa lama. chaplin keluar dari penjara. pakaiannya semakin gembel dan robek sana - sini. dan dia tidak menemukan gadis itu lagi di tepi jalan. dia malah bertemu gadis itu di sebuah toko bunga yang besar. dan gadis itu tidak mengenalinya. tapi setelah gadis itu menyentuh tangan chaplin dia langsung sadar pria inilah yang membantunya.

endingnya sedih sekali menurut saya. bahkan  Adegan terakhir film City Lights dipuji kritikus James Agee yang berkomentar di majalah Life tahun 1949 sebagai: "sepotong akting paling hebat yang pernah direkam seluloid. menurut saya kalian yang belum nonton wajib nonton deh. dan yang sudah nonton silahkan nonton lagi aja hhe. ada rangkaian  kata yang saya suka di film ini sekaligus menutup tulisan ini.




" You "

" You can see now ? "

" Yes, i can see now " 

1 komentar:

mhiya mengatakan...

hai theo.. salam kenal.. pertamax nih.. hehe
cerita filmnya mirip sama salah satu film boboho ya.. tp aku lupa judulnya.. :)

oiya, jalan2 ke blog ku ya.. makasih..

Posting Komentar

About Me

Foto saya
Samarinda, Indonesia
Tulisan saya sudah diantologikan antara lain : Samarinda Bekesah (NulisBuku 2013) Samarinda Under Attack (leutikaprio 2013)

Karya Terbaru


Followers

hit counter

Website counter

Klik Indonesia