Sekali - kali turunlah ke bawah

Selasa, 11 Juni 2013

|
Ketika sedang berada jauh di atas langit.
kita berada di tempat yang paling tinggi, tinggi sekali. dan bukan karena terlahir di tempat tertingg.i melainkan hasil jerih payah seperti mendaki sesuatu yang lebih tinggi dari gunung hingga akhirnya berada jauh dipuncak.

tempat yang tinggi itu indah sekali. kita banyak bertemu dengan manusia - manusia yang mencapai titik itu. ada banyak hal - hal indah lainnya. termasuk awan - awan..

selain berbicara kepada manusia - manusia yang mencapai titik tertentu itu. ada satu hal mengasyikan, yaitu melihat keadaan bawah bak dewa yang memantau manusia.

menyenangkan sekali melihat keadaan dibawah mengingat sebelum ada disini tempat itulah asal sebelumnya. tetapi berhati - hatilah berkomunikasi dengan mereka. karena kamu di atas tolong jagalah caramu berkomunikasi. jangan lukai mereka dengan bahasamu. itu menyakitkan. sangat menyakitkan. bukankah kamu berada di tempat yang sama bukan sampai akhirnya berada disini.

mereka tidak menunjukan kalau sedang terluka akibat bahasamu. mereka hanya diam. tetapi mereka mencoba membuktikan suatu saat akan berada ditempat yang sama atau mungkin lebih tinggi lagi. dan mereka berjanji tidak akan sepertimu. iya, sepertimu yang sesukanya mengeluarkan bahasa - bahasa yang tak layak didengar.

mungkin sesekali ketika sedang di atas cobalah untuk turun kebawah..
sehingga kembali mengingat tempat asalmu sebelum disana...

1 komentar:

aprie mengatakan...

bukannya turun itu memang ke bawah theo? #eh

Posting Komentar

About Me

Foto saya
Samarinda, Indonesia
Tulisan saya sudah diantologikan antara lain : Samarinda Bekesah (NulisBuku 2013) Samarinda Under Attack (leutikaprio 2013)

Karya Terbaru


Followers

hit counter

Website counter

Klik Indonesia